Laskar Anti Sayur Sedunia
Selasa, 03 November 2009AMDAL dan ADKL
Minggu, 01 November 2009Debu berdendang
Analisis Perbandingan Muka gw dan Dian Sastro
Hari Ini...(aLaaaaahhhh)
bagai rumput liar yang tak tau tujuan hidup
Batin ku tersiksa hari ini
bagai tangkai bunga yang kering
Seluruh jiwa nurani ku terpecah belah hari ini
hanya karena caramu meninggalkan ku
terlalu menyakitkan bagi ku
Tak adakah cara yang lebih pantas tuk meninggalkan ku?
Puisi nya si Goblok…
ni dia, persiapkan mental Anda, karena lu pasti merinding anjing..
“BUNGA DAN BENALU”
Bunga dan benalu tak mungkin bersatu
Bunga adalah keindahan yang mendamba mentari…
sedangkan benalu hanyalah tanaman liar yang mendamba bunga…
Bunga pun tak ingin madunya diambil oleh benalu
sedangkan benalu ingin mengambil madunya bunga…
Bunga ingin hidup dengan bunga lainnya
sedangkan benalu ingin hidup didampingi bunga
Tapi jika tak ada benalu
bunga bingung untuk memberikan sisa madunya
sedangkan bunga ingin bermain dengan benalu
Benalu pun tak ingin bermain dengan bunga
namun benalu selalu ingin di temani bunga
Bunga dan benalu tak mungkin bersatu…
Nah lo, gw tau respon lu ada yg ngangguk2 kepala, entah karena nganggap puisi gw ni seperti lagu dugem. Ada yg mencak-mencak, karena langsung hipertensi akut, ada yang muntah darah karena langsung terkena Diabettes Mellitus Non Insulin.
Yang jelas, bukan bermaksud membuat Anda terserang berbagai macam penyakit, tp gw bermaksud untuk mengajak Anda-Anda sekalian untuk membantu gw mencari jawaban, apa maksud dari puisi diatas?
Pandangan Era Desentralisasi Kesehatan, Kajian Sistem Informasi Kesehatan
Semenjak diterapkannya kebijakan desentralisasi kesehatan, berbagai kalangan menilai bahwa sistem informasi kesehatan (SIK) di Indonesia semakin lemah (kalau tidak bisa dikatakan kolaps). Departemen kesehatan selalu mengeluh bahwa
input data dari propinsi, apalagi kabupaten, sangat berkurang. Di sisi yang lain, beberapa daerah mengatakan bahwa penerapan sistem informasi kesehatan semenjak era desentralisasi memberi dampak yang lebih baik baik. Hal ini ditunjukkan dengan semakin tingginya motivasi dinas kesehatan untuk mengembangkan SIK, semakin banyak puskesmas yang memiliki komputer, tersedianya jaringan LAN di dinas kesehatan maupun investasi teknologi informasi lainnya.
Secara umum pengertian sistem informasi kesehatan adalah gabungan perangkat dan prosedur yang digunakan untuk mengelola siklus informasi (mulai dari pengumpulan data sampai pemberian umpan balik informasi) untuk mendukung pelaksanaan tindakan tepat dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan kinerja sistem kesehatan. Informasi kesehatan selalu diperlukan dalam pembuatan program kesehatan mulai dari analisis situasi, penentuan prioritas, pembuatan alternatif solusi, pengembangan program, pelaksanaan dan pemantauan hingga proses evaluasi.
Seperti diketahui, subsistem dalam sistem informasi kesehatan secara umum meliputi:
-Surveilans epidemiologis (untuk penyakit menular dan tidak menular, kondisi lingkungan dan faktor risiko)
-Pelaporan rutin dari puskesmas, rumah sakit, laboratorium kesehatan daerah, gudang farmasi, praktek swasta
-Pelaporan program khusus, seperti TB, lepra, malaria, KIA, imunisasi, HIV/AIDS, yang biasanya bersifat vertikal.
-Sistem administratif, meliputi sistem pembiayaan, keuangan, sistem kepegawaian, obat dan logistik, program pelatihan, penelitian dan lain-lain
-Pencatatan vital, baik kelahiran, kematian maupun migrasi
Komponen di atas, jika kita amati, tidak hanya tanggung jawab sektor kesehatan. Subsistem pencatatan vital, misalnya, merupakan tanggung jawab sektor lain (departemen dalam negeri). Sedangkan sistem administratif tidak akan berjalan jika tidak melibatkan departemen keuangan. WHO mencatat bahwa sistem registrasi vital di negara kita tidak berjalan dengan baik. Data mengenai sebab kematian maupun kelahiran tidak jelas. Sistem pelaporan informasi kesehatan rutin dari fasilitas kesehatan pun tidak berjalan dengan baik.
Upaya pengembangan SIK selalu dimulai dengan kegiatan penilaian secara menyeluruh kondisi sistem yang ada. Assessment tersebut akan menilai determinan teknis SIK yang meliputi:
Input data: yang mencakup keakuratan dan kelengkapan pencataan dan pengumpulan data
Analisis, pengiriman dan pelaporan data: meliputi efisiensi, kelengkapan dan mutunya di semua tingkatan
Penggunaan informasi: meliputi pengambilan keputusan dan tindakan yang diambil berkaitan dengan kebijakan di tingkat unit pelayanan perorangan/masyarakat, program maupun pengambil kebijakan tingkat tinggi
Sumber daya sistem informasi: meliputi ketersediaan, kecukupan dan penggunaan sumber daya esensial, anggaran, staf yang terdidik dan terampil, fasilitas untuk penyimpanan data, peralatan untuk komunikasi data, penyimpanan, anlaisis dan penyiapan dokumen (fax, komputer, printer, fotokopi dll)
sistem informasi manajemen dan networking: mencakup koordinasi dan mekanisme organisasi untuk menjamin penetapan, standarisasi, pembuatan, pemeliharaan, pembagian (sharing) dan pelaporan data dan informasi dilaksanakan secara tepat.
Desa Idiot di Kabupaten Ponorogo

Misinem tak bisa berbuat apa pun. Pasalnya, kondisi gadis yang tak pernah menggunakan celana atau rok ini layaknya boneka. Dia akan bergerak manakala ada yang menggerakkannya.
Kendati demikian, seluruh keturunan pasangan almarhum Kasan dan Sukinah ini tetap berusaha untuk bertahan hidup, meski hidup dalam kondisi serba kekurangan. Jumlah baju mereka saja bisa dihitung dengan jari.
Namun, Yang di Atas tak tinggal diam. Para donatur pun mulai berdatangan. Tak hanya datang dari wilayah Ponorogo, melainkan juga dari luar kota. Yang sempat diantar Surya ke kampung idiot di Desa Krebet dan Sidoharjo ini antara lain dari Surabaya (Jatim), Yogyakarta (Jateng), serta Jakarta (Jabar).
Rata-rata rombongan yang datang mengajak keluarganya masing-masing. Baik kakak, adik, istri, maupun anak-anak mereka. Hal itu, untuk menunjukkan sisi kemanusiaan dalam hidup dan bermasyarakat.
Rombongan dari Surabaya yang enggan disebutkan namanya beberapa waktu lalu, datang ke kampung idiot ini untuk membagikan sembako dan uang. Ny M, saat itu mengajak kedua anaknya. Hal itu, kata M, agar anak-anaknya mulai sadar dengan sendi-sendi kemanusiaan, yakni masih banyak saudara yang hidup jauh dari kesempurnaan.
"Saya sengaja mengajak anak-anak agar mereka memahami betapa sulitnya orang-orang yang serba kekurangan bertahan untuk hidup. Jika ada waktu luang liburan, seluruh keluarga akan saya ajak untuk melihat kampung ini lebih dalam dengan menginap barang 1-2 hari," terang M beberapa waktu lalu.
Rombongan donatur yang datang dari Jogjakarta, Najib, 45, didampingi istrinya Ny Rahmi, 30, serta adiknya, Andullah, 28, mengusulkan seharusnya orang-orang yang sakit baik mental maupun fisik yang ada di Desa Krebet dan Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, mendapatkan kehidupan yang layak. Pasalnya, semangat hidup mereka juga sangat tinggi. Mengingat dengan berbagai kekurangan dan keterbatasannya mereka tetap survive untuk hidup.
Najib mengatakan seharusnya pemkab bisa memperhatikan kampung ini sebagai kampung yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Hal itu bisa dilaksanakan melalui berbagai program untuk mengentaskan kemiskinan dan keidiotan warga.
Ia mencontohkan untuk Misinem yang kondisi psikis dan fisiknya sangat memprihatinkan, seharusnya ditampung di penampungan Depsos Pemkab Ponorogo. Hal itu, agar gadis yang mengalami kelumpuhan total dengan kaki yang mulai lengket dengan beberapa anggota tubuh lainnya ini bisa hidup dalam kondisi yang sehat.
"Kalau pun Misinem itu diambil pihak Depsos Pemkab Ponorogo untuk dirawat secara medis, kami siap kok memberikan donatur setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan hidup Misinem. Tetapi, kalau Depsos tidak mau, tolong dicarikan yayasan yang mau merawatnya. Saya akan kirim setiap bulan jatah kebutuhannnya," tegas Najid, Minggu (11/3).
Lebih dalam, Najib menegaskan, seharusnya Pemkab juga memberikan santunan khusus. Sebab, jumlah orang yang serbakekurangan di kedua desa itu tidak terlalu membutuhkan banyak biaya. Ia mencontohkan, misalnya dari 15.000 PNS Ponorogo, setiap bulannya ditarik iuran Rp 1.000 dari setiap kali gaji, maka akan terkumpul sebanyak Rp 15 juta. Jika di dua kampung itu terdapat 150 orang idiot dengan kebutuhan Rp 10.000 per hari, maka untuk sementara kebutuhan akan makanan yang bergizi bisa tercukupi.
"Memang kalau mereka selalu disuplai dengan uang seperti itu tidak bisa menyelesaikan masalah, tetapi pemkab harus menunjukkan kepeduliannya terhadap kampung ini," imbuhnya.
Selain itu, beberapa keluarga warga kampung idiot lainnya yang berada di Dusun Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, juga merasakan hal yang sama dengan keluarga Miratun. Mengingat seluruh orang asing yang datang selalu memberikan santunan baik berupa pakaian, makanan, uang serta bantuan kesehatan.
Sumber Berita : http://www1.surya.co.id/v2/?p=3722
2 desa lho.....ini kutukan Tuhan apa mmng kurangnya kesadaran serta bimbingan dari pemerintah???
Secercah Asa Mahasiswa Bokek..
Selamat Hari Blogger Nasional Ke-2
Selasa, 27 Oktober 20091. Bagi warga Indonesia yang memiliki Blog, akan mendapatkan hadiah masing2 sebuah Mobil Sedan Avansa. (goblokk).
2. Bagi yang memiliki blog, berhak mendapat Voucer gratis nginap selama 2 malam di Hotel Prikitiw. (geblek).
3. Bagi yang postinganx lebih dari 20, akan berangkat ke China bersama para koruptor yang sinting. (mulai garing).
4. Para blogger berhak mendapat tunjangan dari pemerintah sebesar Rp. 2.500.000 per bulan (ngarep).
Yak, itu dia secercah khayalan goblok gw tentang adanya Hari Blogger Nasional yang Ke-2 ini.
(gw mikir lagi…) seandaix gw jadi mentri dalam negeri,gw akan buat kebijakan-kebijakan seperti di bawah ini:
1. Blogger termasuk dalam jenis BUMN.
2. Blogger mendapat tunjangan dari pemerintah sebanyak 2.500.000 per bulan.
3. Blogger wajib dampingi kemana2 oleh body guard sebanyak 5 Orang yang di sediakan khusus oleh pemerintah.
4. Blogger tidak perlu membayar Pajak Bumi dan Bangunan, dengan alasan mereka tidak bekerja di atas tanah,tapi di atas Komputer.
5. Blogger berhak mendapatkan mobil dan rumah dinas.
6. Blogger akan di berikan THR setiap Hari Raya Idul Fitri.
Oke..oke..gw tau gw kasian,ngarep yang ga jelas gini, tapi apa gw salah? “Salah gw?”, “Salah temen2 gw?” kata Dian Sastro saat memerankan Cinta di Film AADC.
Hikmah: Ternyata orang goblok juga punya harapan dan cita2 yang goblok..hakhakhak.
gabantona dan kambingdingin mengucapkan:
SELAMAT HARI BLOGGER NASIONAL KE 2.
kopi oh kopi...pahit tapi nagih.
Minggu, 25 Oktober 20091. usahakan kopi masih panas.
2. gelas harus terbuat dari kaca.
3. peganglah gelas dengan kedua tangan.
4. sentuh ujung gelas dengan bibir (sambil monyongin kira2 6 meter).
5. sruput kopi dengan mata tertutup hingga 3 kali.
6. lakukan hal yg sama sepertii diatas.
7. campur kopi dengan deterjen.
8. aduk sampai berbusa
9. minum deh tu kopi.
hahaha..lagian ngapain juga lo hen sampe cara minum kopi lo tulis di blogoblog lo ini..hihihi..oya sesudah minum kopi gelasx langsung di cuci pakai bensin ya,coz kopi kan mengandung cafein (apa hubunganx??).
btw gw sambil nonton berita nih,rupanya noordin M top belum metong (bahasa bencong: Metong = Mati)..
Crying Indonesia
(By: Hendri Syahputra)
The water started to go inside the boat, leaving little screen.
The stern looking just no man's land, not rooted weeds, like the floor roofs.
Then the winds raged, the calm sea turned into waves of hell.
Land, water, air together.
Torn left footing the abstract.
There is a missing iron bird, split, broken, burned.
Apart as fish bones, strong wings no longer with age.
Poor iron bird, could only be locked up and milked, but not fed.
Then ...
Blood should be clean, now the straw bedding.
Husks were unified in the pot with the blood ..
Who claimed bias only silent angel.
Either confused or forgot to take notes, so they come home each with a reason to take note of when they're sleeping like a sleeping snake fields.
Indonesia .. after today, what else must happen?
Is my time has run out?
(By: Hendri Syahputra)
Birds should be kept singing, the star must still shine, the sun should remain lit, until the time specified.
However, if the birds singing, sun shining and the stars illuminate, then I can’t feel it ...
Is my time has run out?
And if all I have been able to feel, but all can’t sing, shine and illuminate ...
Is my time has run out, too?
Sajak Palsu
Dengan gairah tinggi mereka berhambur ketengah pembangunan palsu dan ekonomi palsu sebagai panglima palsu. Mereka saksikan ramainya perniagan palsu dengan ekspor dan impor palsu yang mendatangkan berbagai barang klontong dengan kualitas palsu. DAn bank-bank palsu dengan giat menawarkan bonus dan hadiah-hadiah palsu, tapi diam-diam meminjam juga pinjaman dengan ijin dan surat palsu kepada bank negeri yang di jaga pejabat-pejabat palsu. Masyarakat pun berniaga dengan uang palsu yang dijamin dengan devisa palsu. Maka uang-uang asing menggertak dengan kurs palsu sehingga semua blingsatan dan terperosok krisis yang meruntuhkan pemerintahan palsu kedalam nasib buruk palsu. Lalu orang-orang palsu meneriakkan kegembiraan palsu dan mendebatkan gagasan-gagasan palsu ditengah seminar dan dialog-dialog palsu menyambut tibanya demokrasi palsu yang berkibar-kibar begitu nyaring dan palsu...
(Agus R Sarjono, Suatu Cerita dari Negeri Angin, Aksara Indonesia, Yogyakarta, 2001)
hmmm..salut deh buat kang Agus yg jago banget nyusun kata2 palsu menjadi singgungan palsu yg akan di baca oleh pejabat palsu..hehehe,,,kang Agus thanks udh mau datang ke sekolah gw (klo ga salah tahun 2003) dan udh ngasih gw tanda tangan,hihihihi,,,,,
"Siapa Aku?"
Sabtu, 24 Oktober 2009Siapa aku…?
Terlalu berani mengenal dirinya
Terlalu berharap akan dirinya
Fenomenanya tercantum indah
mengusik jiwa asmara
menyapu rasa
hingga tak tersisa
Ingin ku dekat dengan cintanya
tak kunjung kau mengerti aku
Bila nanti jagad menjemput alam
pasti kau tau prasasti yang hilang
karena paras mu yang mencoba mencuri rasa ku










